Mini Review Blaupunkt Sonido X1+, Benar-Benar Soundphone
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Lagi-lagi tanggapan iseng lihat salah satu e-commerce, masuk ke kategori smartphone, kemudian urutkan berdasarkan upload terbaru. Kaprikornus lihat deh Blaupunkt Sonido X1+ yang terakhir aku tahu dijual di angka empat juta Rupiah, kini dipangkas habis sampai hanya setengahnya saja. Ya, sudah banyak yang menjual di angka dua juta Rupiah saja, ditambah diskon e-commerce yang aku kunjungi itu, jadinya cuma 1,8 jutaan saja.
Keisengan berlanjut, aku kemudian membandingkannya dengan harga di sebuah marketplace lokal kenamaan. Di sinilah keisengan berujung pada berkurangnya saldo rekening. Ada satu penjual yang memasang harga Rp 1.699.000,- saja! Wow! Spesifikasi yang belum terlalu usang, brand yang sudah punya nama di dunia car audio, ditambah bonus headphone, jadi alasan utama aku rela mengeluarkan token Mandiri aku dan membayarnya.
Cerita berlanjut, penjual yang sempat berjanji untuk kirim barang pada hari yang sama ternyata ingkar, PHP kalau berdasarkan bahasa anak jaman kini mah. Bayar di Hari Jumat, barang gres dikirimnya pada Hari Selasa di ahad berikutnya, sempurna pada hari terakhir sebelum transaksi dibatalkan secara otomatis oleh marketplace tersebut.
Sudah jatuh, tertimpa tangga, tangga berjalan pula. Sudah telat, resi pengiriman yang diberikan tak bisa ditelusuri pula, makin lah deg-degan aku dibuatnya. Setelah aku komplain kepada penjual, barulah dikoreksi, rupanya ada dua buah angka yang tertukar posisinya. Pasca koreksi, resi sudah sanggup dicek dengan baik.
Saat dua hari kemudian paket diterima, rupanya problem belum juga berhenti. Penjual mengirimkan produk berwarna Midnight Blue alias Biru, padahal terperinci dicantumkan di pemesanan bahwa aku menginginkan warna putih. Ampun deh! Karena sudah sangat malas, aku tidak melaksanakan protes maupun meminta tukar, biarlah ulasan dan evaluasi aku terhadap sang penjual di marketplace tersebut menjadi cambuk untuk lebih membenahi cara berdagangnya. Unbox saja deh!
Unboxing Blaupunkt Sonido X1+
Pada video di atas, selain mengabadikan proses unboxing, aku sekaligus merangkum kemampuan multimedia dari Blaupunkt Sonido X1+ dengan menguji kemampuannya bermain game, memutar musik, dan mengambil gambar memakai kameranya.
Seperti biasa aku sertakan juga gambar-gambarnya di bawah ini. Kotak kemasan Blaupunkt Sonido X1+ sangatlah besar, untuk mengakomodasi keberadaan headphone Blaupunkt BP-102 di dalamnya. Kotak putih yang berada di dalamnya berbahan tebal, dengan pemanis busa pengaman melekat di bab tutupnya. Singkat kata, packagingnya mantap dan lengkap. Dalam paket penjualannya, diberikan pula pouch kain untuk headphone, serta lap pembersih layar.
Blaupunkt Sonido X1+, kotak penjualan
Blaupunkt Sonido X1+, ada kotak lagi di dalamnya
Blaupunkt Sonido X1+, kelengkapan paket penjualan
Blaupunkt Sonido X1+, kinclong!
Blaupunkt Sonido X1+, kepala charger dengan arus 1A
Blaupunkt Sonido X1+, backcover doff
Blaupunkt Sonido X1+, sisi atas
Blaupunkt Sonido X1+, sisi kanan
Blaupunkt Sonido X1+, sisi bawah
Blaupunkt Sonido X1+, sisi kiri
Blaupunkt Sonido X1+, slot kartu yang lengkap
Blaupunkt Sonido X1+, loudspeaker-nya dua tapi ga sepanjang di backcover
Blaupunkt Sonido X1+, baterai 3.000 mAh yang sanggup dilepas
Sebelumnya, aku informasikan dulu bahwa Blaupunkt Sonido X1+ ini tak pernah aku gunakan sebagai daily driver. Ketiadaan saluran jaringan 4G pada smartphone ini jadi alasan utama, mengingat kuota internet seluler aku kebanyakan sisa untuk jaringan 4G saja.
Pun begitu, aku tetap pasangkan aplikasi-aplikasi yang biasa aku gunakan, menyerupai aplikasi chat (BBM), media umum (Path, Twitter, Instagram), dan beberapa games. Hasilnya dengan notifikasi yang lancar bermunculan, baterai Blaupunkt Sonido X1+ ini selalu bisa diajak bertahan mengarungi kerasnya kehidupan, minimal 24 jam.
Ada dua hal yang menciptakan aku teramat takjub dengan smartphone ini.
Pertama ialah suara. Kalo yang ini sih masuk akal mungkin ya, kan memang namanya Soundphone. Meskipun ternyata kualitas audio-nya gres terasa istimewa apabila memakai headphone atau earphone saja. Sementara kalau memakai loudspeaker bawaan, rasanya masih banyak smartphone lain yang bisa memproduksi bunyi yang lebih indah.
Dibandingkan dengan Vivo V3 yang ketika itu sedang aku miliki juga, kualitas loudspeaker Blaupunkt Sonido X1+ ini masih sedikit tertinggal.
Yang kedua ini mungkin tak disangka-sangka, layar! Sekilas tak nampak ada yang istimewa dengan layar Blaupunkt Sonido X1+ ini. Kinclong sih memang, tapi lapisan kacanya yang reflektif menciptakan warna nampak gampang redup seandainya kecerahan layar kita atur kurang tinggi. Kaprikornus apanya dong?
Blaupunkt Sonido X1+, Layar ngejreng!
Tunggu sampai Anda coba mainkan video dengan resolusi dan framerate tinggi. Anda akan menemukan bahwa menonton video memakai Blaupunkt Sonido X1+ terasa menyerupai sedang mengunjungi gerai Electronic City di mal, kemudian melihat display unit dari TV besar yang selalu memutar video animasi dengan resolusi tinggi.
Saat aku coba dengan film animasi 3D Ice Age, setiap adegannya terasa begitu hidup. Lalu aku mencoba memutar film non-animasi, The Revenants, dan hasilnya pun tak kalah mencengangkan. Gerakan para pemain drama di film terasa sangat nyata, dan jarak antar obyek terasa sangat jelas.
Entah apa yang menciptakan pengalaman memutar video pada Blaupunkt Sonido X1+ ini jadi terasa begitu hidup. Memang processor yang mengotaki smartphone ini sudah punya fitur MiraVision, tapi bukankah Xiaomi Redmi Note juga menggunakannya? Apakah benar kata orang kalau ROM MIUI menciptakan MiraVision ini tak berjalan dengan baik? Entahlah, aku cuma merasa pengalaman menonton video sehidup ini gres kali ini aku temukan pada sebuah smartphone.
Jadilah Blaupunkt Sonido X1+ ini sebagai perangkat yang sangat cocok digunakan untuk kebutuhan multimedia. Tadinya aku bermaksud menyimpan smartphone yang satu ini untuk jadi collectibles, tapi alasannya ialah ada kebutuhan lain, maka pada risikonya nasibnya sama menyerupai kebanyakan gadget aku lainnya, dilego, he.. he..
Informasi Hardware Blaupunkt Sonido X1+
Berikut ialah gosip mengenai hardware dari Blaupunkt Sonido X1+ yang dihasilkan memakai beberapa aplikasi.
Pada paket penjualan sudah menerima headphone dengan kualitas yang istimewa.
Layar yang terasa sangat hidup.
Kualitas audio ditunjang dengan software yang baik.
Baterai cukup besar dan awet.
Dual-sim dengan slot micro-SD dedicated.
Kekurangan Blaupunkt Sonido X1+
Mentok di KiKat dan jaringannya maksimal 3G.
Kualitas kamera standar.
Audio melalui loudspeaker tak seindah ketika memakai headphone.
Jeroan yang sudah mulai ketinggalan, maklum ini bergotong-royong dirilis setahun yang lalu.
Apa Kata Aa wacana Blaupunkt Sonido X1+
Buat Anda yang sedang mencari smartphone kedua untuk kebutuhan multimedia, terutama memutar lagu dan video, Blaupunkt Sonido X1+ bisa jadi salah satu alternatif yang baik. Brand-nya cukup langsung lho buat para penikmat audio, sudah sanggup headphone manis pula. Cocok kalau untuk dikoleksi.
Namun aku tak sanggup menyarankan smartphone ini bagi yang sedang mencari smartphone utama, alasannya ialah selain jaringannya maksimal hanya 3G, Blaupunkt Sonido X1+ juga OS-nya masih Android 4.4 Kitkat. Sempat menerima satu kali update software, tapi masih di kitkat dan melihat tanggal versi update-nya itu sudah lama. Saya sangsi Blaupunkt masih memberi pemberian untuk produk smartphone mereka.
Atau mau ikutan kaya saya? Beli sepaket, headphone-nya dipakai, smartphone-nya dijual kembali! He.. he.. Bebas ya, semuanya aku kembalikan kepada Anda. Demikian mini review kali ini, semoga memperkaya khazanah kita soal gadget ya.
Tulisan kali ini saya buat lebih menyerupai photoblog saja ya, alasannya ialah pas saya lihat stok foto sewaktu unboxing modem Mi-Fi Smartfren 4G Andromax M3Z kemarin, jumlahnya cukup banyak dan tidak mengecewakan bagus-bagus kesudahannya berkat video lighting yang gres saya beli. Nah kalau mau lihat hasil pencahayaannya di video, sekalian saja kita simak dulu yuk prosesi unboxing Smartfren Andromax M3Z ini. Unboxing Smartfren Andromax M3Z Pada ketika melaksanakan prosesi unboxing di atas, saya gres menemukan bahwa paket penjualan modem Mi-Fi milik Smartfren kini sudah tak menyertakan kepala charger lagi. Dan ternyata memang ada keterangannya di bab luar kotak kemasan. Padahal tidak mengecewakan lho kalau dapet charger , soalnya kini berbagai tukang pinjem charger di mana-mana, haha... Smartren Andromax M3Z - Kotak Kemasan Smartren Andromax M3Z - Sisi depankotak kemasan Smartren Andromax M3Z - Sisi kanan kotak kemasan Smartren Andromax M3Z - Sisi kiri kotak kemasan Smartren Andr...
Suatu malam, saya sedang iseng menelusuri tumpukan e-mail dari salah satu milis teknologi terbesar di Indonesia. Saya menemukan sebuah post jualan salah seorang rekan milis yang mengatakan Xiaomi Redmi Pro dan Xiaomi Redmi Note 4 . Wow, saya pikir, kekinian sekali jualannya! Terlebih penawarannya cukup menarik, barang ready walau stoknya hanya satu, dan harganya masih lebih murah dari harga pre-order yang sempat beredar di milis yang sama. Sebuah e-mail singkat segera saya layangkan, menanyakan ketersediaan sebuah Xiaomi Redmi Note 4 warna grey , dengan RAM 3 GB dan internal memory 64 GB. Karena hari sudah larut, e-mail saya tak cepat berbalas, saya pun beranjak ke sebuah marketplace lokal untuk mengetikkan susunan kata " Xiaomi Redmi Note 4 " di kolom pencariannya. Dan beberapa produk muncul pada hasil pencarian, ada yang kombinasi RAM 3GB dan internal memory 64 GB, ada pula yang hadir dengan RAM 2 GB dan internal memory 16 GB saja. Kebanyakan status produk-produk...
Diawali dengan seller di Tokopedia yang terpaksa saya tambahkan ke dalam daftar tukang PHP, akhirnya saya bisa juga membeli seekor, eh sebuah ponsel pandai keluaran terbaru dari Samsung. Tidak, Anda tidak sedang membaca artikel review Samsung Galaxy Note 7 koq, selain tak ingin menjadi korban ledakannya (Aa sudah cukup jadi korban cintanya Gista Putri saja), dilema dana pun nampaknya jadi hambatan untuk mencoba ponsel tersebut. Oh ya, hambatan itu bukan putra petir, itu mah Gundala! Adalah Samsung Z2 yang saya pinang untuk memenuhi rasa ingin tau saya akan sistem operasi alias OS besutan Samsung yang berjulukan Tizen OS. Dulu, Samsung pernah merilis beberapa produk ponsel pandai dengan OS buatan sendiri yang berjulukan Bada OS. Hasilnya, dikala ini hanya segelintir orang saja yang masih menyimpan kenangan dengan sistem operasi tersebut. Jejeran Samsung Wave yang berbasis Bada OS nampaknya jeblok di pasaran. Saya pun hanya sempat mencoba unit demo-nya di gerai penjualan ponsel, dan me...
Comments
Post a Comment